Muna

Didukung Bupati, Kolaborasi IDI Muna dan Mubar Sukses Distribusikan Layanan Kesehatan Gratis

Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) yang digelar oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Kabupaten Muna bagian timur menjadi manifestasi konkret sinergi profesi medis dan pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan kesehatan berbasis komunitas.

Kegiatan kolaboratif yang digelar oleh IDI Muna dan Muna Barat itu berlangsung di Desa Pola, Kecamatan Pasir Putih, pada, Minggu, 15 Februari 2026, dengan menghadirkan spektrum layanan medis komprehensif bagi masyarakat Muna Timur.


Baca Juga: Bupati Muna dan Wabup Berbagi Peran Kendalikan Inflasi Jelang Ramadhan

Sektor Kesehatan Tetap Skala Prioritas

Agenda sosial tersebut, lantas mendapat respon positif dan apresiasi langsung dari Bupati Muna, Bachrun Labuta, dan Wakilnya, La Ode Asrafil. Keduanya turun langsung meninjau selama prosesi pelayanan kesehatan berlangsung, dengan didampingi Ketua DPRD Muna, sejumlah kepala OPD, Kapus, serta Kades se-Muna Timur.

Kehadiran unsur eksekutif dan legislatif menjadi indikator kuat bahwa sektor kesehatan tetap menjadi prioritas pembangunan daerah.

Prespektif Bupati Muna

Didukung Bupati, Kolaborasi IDI Muna dan Mubar Sukses Distribusikan Layanan Kesehatan Gratis
Bupati Muna, Bachrun Labuta

Menurut Bachrun, intervensi kesehatan preventif dan kuratif yang menyasar kelompok rentan, di tengah dinamika efisiensi anggaran justru menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menjadi akselerator pelayanan publik.

Singkatnya, kata Bachrun, ketika niat baik bertemu strategi yang tepat, hasilnya bukan sekadar kegiatan tetapi gerakan.

“Saya bangga terhadap pelaksanaan baksos IDI ini, meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran, kolaborasi justru menjadi kunci efektivitas program sosial ini,” ujarnya.

Lanjut Bachrun, keberhasilan suatu program sosial tidak semata ditentukan oleh besaran anggaran, melainkan oleh komitmen kolektif dan integrasi lintas sektor. Dalam konteks ini, bakti sosial IDI menjadi contoh nyata bahwa kebijakan kesehatan dapat berjalan optimal ketika seluruh elemen bergerak bersama.

“Secara strategis, kegiatan ini juga memperkuat peran pemerintah daerah sebagai fasilitator pelayanan publik yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Muna, LM. Asiswan, menyampaikan bahwa komunikasi intens antara Dinas Kesehatan dan IDI menjadi fondasi perencanaan program yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

“Pelaksanaan bakti sosial ini akan berlanjut dengan lokasi yang akan dikoordinasikan bersama Bupati,” jelas Asiswan.

Layanan Komprehensif Turun Langsung ke Desa

Didukung Bupati, Kolaborasi IDI Muna dan Mubar Sukses Distribusikan Layanan Kesehatan Gratis
Keterlibatan penuh bupati muna dikegiatan baksos kolaborasi IDI

Sementara itu, baksos tersebut melibatkan dokter spesialis dan dokter umum dari RSUD dr. L.M. Baharuddin serta RSUD Muna Barat. Seluruh tenaga medis dikerahkan untuk memberikan layanan kesehatan gratis yang meliputi khitanan massal, pemeriksaan kesehatan jiwa, evaluasi neurologis (saraf), pemeriksaan kesehatan mata, penyakit dalam, hingga sosialisasi edukasi kesehatan masyarakat.

Ketua Panitia, dr. Marsamban, mengatakan, bahwa seluruh layanan spesialistik dari dua rumah sakit ini “turun gunung” ke wilayah Muna Timur. Artinya, masyarakat desa tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota untuk memperoleh layanan medis rujukan.

“Konsep ini dikenal sebagai pendekatan outreach health services, yakni strategi mendekatkan fasilitas kesehatan kepada populasi target guna meningkatkan capaian derajat kesehatan masyarakat,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Muna dan stackholder terkait.

“Kegiatan ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian integral dari kebijakan pembangunan kesehatan daerah yang didukung penuh pemerintah,” terangnya.

Rangkaian Musyawarah Cabang dan Strategi Keberlanjutan

Didukung Bupati, Kolaborasi IDI Muna dan Mubar Sukses Distribusikan Layanan Kesehatan Gratis
Keterlibatan penuh bupati muna dikegiatan baksos kolaborasi IDI

Ketua IDI Muna, dr. Abdul Wahid, menjelaskan bahwa baksos ini merupakan rangkaian pra-kegiatan Musyawarah Cabang IDI yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026. Namun lebih dari sekadar agenda organisasi, kegiatan ini dirancang sebagai trigger mechanism atau pemicu keberlanjutan program pelayanan kesehatan berbasis kolaborasi.

Ia juga mengatakan, bahwa kegiatan serupa tidak akan berhenti di Muna Timur saja. Setelah ini, kegiatan akan dilanjutkan ke wilayah Muna Barat dan kemudian kembali ke Muna induk. Strategi rotasi wilayah yang dirancang untuk pendekatan distribusi layanan yang lebih merata, sehingga prinsip keadilan sosial dalam sektor kesehatan dapat terwujud secara konkret.

“Panitia juga melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam pelaksanaan kegiatan. Sinergi dengan organisasi kemanusiaan ini memperkuat dimensi responsif dan solidaritas sosial dalam pelayanan kesehatan masyarakat,” bebernya.

Dukungan Ketua DPRD Muna

Dikesempatan yang sama, Ketua DPRD Muna, Muhammad Rahim, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya pemeriksaan kesehatan gratis di wilayah Muna Timur. Ia bahkan mendorong agar kegiatan serupa diperluas ke daerah terpencil seperti Towea, Pasikuta, dan Tapi-Tapi. Menurutnya, masyarakat di kawasan tersebut juga berhak merasakan akses layanan kesehatan yang setara.

“Ini urgensi pemerataan pelayanan kesehatan, terutama bagi wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan akses transportasi. Lebih jauh lagi, mencerminkan paradigma pembangunan kesehatan berbasis kolaborasi. Jika konsisten dilaksanakan, berpotensi menjadi best practice dalam tata kelola layanan kesehatan daerah,” ungkapnya.

Laporan: Redaksi GoMuna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button