Pesan Kesetaraan Dibalik Gelaran Open House Bupati Muna

Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Tepat pada Sabtu, 21 Maret 2026, Open House Idul Fitri Bupati Muna, H. Bachrun yang digelar di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Galampano Kantolalo, menjadi panggung pertemuan yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Acara tahunan ini bukan sekadar agenda protokoler biasa, melainkan sebuah ruang interaksi yang hidup, di mana ratusan warga hadir untuk bersilaturahmi langsung dengan para pemimpin mereka tanpa terhalang oleh sekat-sekat kepentingan.
Baca Juga : Skema Listrik Gratis di Kabupaten Muna Jangkau 686 Hunian Prasejahtera
Open House Idul Fitri Bupati Muna
Lebih dari itu, simfoni keberagaman sangat terasa dalam momen perayaan kemenangan ini. Kegiatan inklusif tersebut tidak hanya dihadiri oleh jajaran petinggi Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tetapi juga merangkul erat kelompok masyarakat dari berbagai latar belakang. Anak-anak panti asuhan, komunitas difabel, hingga para tokoh lintas agama, baik Islam, Kristen, maupun keyakinan lainnya turut membaur dalam euforia yang sama. Kehadiran mereka menegaskan bahwa ruang perjumpaan ini merupakan wujud nyata dari toleransi yang hidup berdampingan di tengah masyarakat Muna.
Di sela-sela kesibukannya menyapa dan berfoto bersama warga, Bupati Muna, H. Bachrun, yang tampil berwibawa dengan balutan pakaian sederhana, menyampaikan makna mendalam di balik perhelatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah membagikan kebahagiaan secara merata kepada semua pihak.
“Esensi dari pertemuan ini adalah ikhtiar kita bersama untuk mempererat tali silaturahmi melalui tradisi halalbihalal. Kami ingin memastikan setiap orang, teristimewa saudara-saudara kita yang kurang mampu dan penyandang disabilitas, bisa merasakan manisnya kebahagiaan hari kemenangan tanpa ada batasan status sosial,” tutur Bachrun.
Selanjutnya, pemimpin di Bumi Sowite ini juga memaparkan bahwa skema perayaan ini sengaja dirancang agar berdampak luas bagi publik. “Agar kebahagiaan ini merata, kami membuka pintu silaturahmi secara serentak, baik di kediaman saya maupun di rumah jabatan Wakil Bupati. Harapannya, seluruh warga bisa merayakan Idul Fitri bersama tanpa ada jarak yang membedakan,” tambahnya.
Menjaga Tradisi Toleransi di Tengah Tantangan Keuangan Daerah

Sejalan dengan kemeriahan yang terekam di Galampano Kantolalo, gelombang antusiasme warga juga terlihat memadati kediaman Wakil Bupati Muna, La Ode Asrafil. Ratusan masyarakat hadir silih berganti, membuktikan bahwa daya tarik silaturahmi ini mengalir deras di kedua pusat kepemimpinan daerah secara proporsional.
Merespons tingginya animo masyarakat, Asrafil, memberikan pandangan yang selaras dengan Bupati Muna. Mantan Kepala BPN Kediri ini menyoroti pentingnya merawat warisan budaya saling memaafkan, sekalipun pemerintah sedang menerapkan kebijakan pengetatan anggaran.
Baca Juga : Harga Telur Melonjak di Muna Pasar Murah Jadi Solusi, Bupati Ingatkan Warga Tidak Panic Buying
“Kita menyadari bersama bahwa kondisi keuangan daerah saat ini sedang menuntut efisiensi yang ketat. Namun, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk meniadakan tradisi baik yang sudah berjalan setiap tahunnya. Membangun fondasi silaturahmi dan merawat toleransi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat jauh lebih berharga, dan harus terus kita laksanakan tanpa membedakan satu sama lain,” tutup Asrafil.
Redaksi GoMuna




