Muna

Budidaya Jagung Kuning Muna Sukses Dongkrak Ekonomi Petani

Inisiatif strategis Pemerintah Kabupaten Muna dalam mengoptimalkan lahan tidur kini membuahkan hasil yang manis. Program Budidaya Jagung Kuning Muna resmi menjadi katalisator baru yang sukses mendongkrak taraf ekonomi para petani di Bumi Sowite. Lonjakan kesejahteraan ini terbukti dari tingginya perputaran uang yang diraup warga, yang langsung divalidasi dalam momentum panen raya bersama Bupati Muna, H. Bachrun, di kawasan Desa Komba-Komba, Kecamatan Kabangka, pada Rabu, 25 Maret 2026.


Baca Juga : Momentum Halal Bihalal Keluarga Empang Perkuat Program JATI

Garansi Pasar Bulog dan Eskalasi Keuntungan Fantastis

Faktor utama yang memicu melesatnya perekonomian petani adalah terciptanya ekosistem tata niaga yang sehat dan pasti. Kehadiran Perum Bulog sebagai penjamin pasar utama yang mematok harga beli di angka Rp5.500 hingga Rp6.400 per kilogram mengacu pada persentase kadar air memberikan proteksi finansial yang mutlak.

Dampaknya sangat luar biasa. Seorang penggarap asal Kecamatan Kabawo memberikan proyeksi keuntungan yang fantastis dari komoditas yang kini dijuluki sebagai “tambang emas” baru tersebut.

“Estimasi produksi per hektare kini bisa menembus lima hingga tujuh ton. Jika mengelola lahan seluas lima hektare, potensi pendapatan kami bisa menyentuh angka Rp137 juta hanya dalam satu kali panen. Apalagi, ritme panen ini bisa kita lakukan hingga empat kali dalam setahun,” jabarnya dengan penuh antusias.

Pembuktian Kelompok Tani dan Ekspansi Area Garapan

Budidaya Jagung Kuning Muna Sukses Dongkrak Ekonomi Petani (1)
Momentum panen raya bersama bupati muna di desa komba-komba.

Fakta keberhasilan ekonomi ini turut diamini oleh Ketua Kelompok Tani Tunas Baru Desa Komba-Komba, Nur Aena. Ia merinci bagaimana tingginya animo warga sukses memicu perluasan area tanam secara bertahap dari 46 hektare menjadi 51 hektare.

“Dari luasan tersebut, enam hektare lahan yang baru saja kami panen sukses memproduksi 7,76 ton jagung pipilan kering. Hasil ini langsung terserap oleh pihak Bulog dengan nilai transaksi mencapai Rp46 juta,” urainya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kelompok taninya tengah bersiap memanen 11 hektare lahan tambahan dalam sepuluh hari ke depan, beriringan dengan peremajaan lahan seluas 17 hektare untuk penanaman bibit baru.

Sinergi Birokrasi Menepis Pesimisme

Merespons tren positif ini, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Muna, La Ode Anwar Agigi, menerangkan bahwa Perluasan Areal Tanam (PAT) kini menjadi agenda prioritas. Pihaknya menargetkan pembukaan 200 hektare lahan produktif baru di tahun 2026.


Baca Juga : Skema Listrik Gratis di Kabupaten Muna Jangkau 686 Hunian Prasejahtera

“Tingkat efisiensi penanaman ini sangat terukur. Di Desa Komba-Komba saja, alokasi 11 kilogram benih mampu dikonversi secara optimal menjadi 11 ton jagung pipilan basah,” tegas Anwar.

Sementara itu, mengonklusi kemeriahan agenda panen raya tersebut, Bupati Muna, H. Bachrun, yang menginisiasi program ini bersama Wakil Bupati, La Ode Asrafil, menepis segala bentuk pesimisme yang sempat muncul di awal peluncuran program.

“Kekuatan fundamental Kabupaten Muna sesungguhnya terletak pada potensi sektor pertanian. Pemerintah telah menyiapkan fasilitas pendukung dan jaminan pasarnya. Jika masyarakat sungguh-sungguh ingin meningkatkan kesejahteraan, kuncinya adalah bergerak dan tanamlah jagung,” pungkas H. Bachrun.

Redaksi GoMuna

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button