Muna

Momentum Halal Bihalal Keluarga Empang Perkuat Program JATI

Bupati Muna, H. Bachrun, kembali menapaktilasi memori masa kecilnya di lingkungan tempat ia tumbuh besar. Didampingi sang istri, Prof. Hj. Leomo Bachrun, pucuk pimpinan daerah ini mempererat tali persaudaraan dalam momentum Halal Bihalal Keluarga Besar Empang yang digelar di Kelurahan Raha I pada Jumat, 27 Maret 2026 malam. Kehadiran Bupati bersama beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan langkah strategis pemerintah untuk menyelaraskan visi pembangunan langsung dari warga.


Baca Juga : Pesan Kesetaraan Dibalik Gelaran Open House Bupati Muna

Bupati Muna Bernostalgia dan Sinergikan Program JATI

Dalam balutan suasana malam yang penuh kehangatan, Bupati memanfaatkan kesempatan emas tersebut untuk menyampaikan arah kebijakan strategis Kabupaten Muna. Secara proaktif, Ia mengajak seluruh elemen warga Empang untuk berpartisipasi penuh dalam menyukseskan program unggulan yang tengah digagasnya bersama Wakil Bupati, La Ode Asrafil. Program unggulan tersebut bertajuk JATI, sebuah rumusan komprehensif yang berfokus pada pengembangan sektor Jagung, Ternak, dan Ikan.

Karena, sebagai pemimpin daerah, H. Bachrun menyadari sepenuhnya bahwa keberhasilan visi dan misi yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ini, tidak akan pernah terwujud tanpa sokongan nyata dari masyarakat. Menurutnya, ketiga sektor fundamental tersebut diyakini dapat menjadi fondasi utama untuk mendongkrak ketahanan pangan, sekaligus mengakselerasi kemandirian ekonomi warga secara berkelanjutan ditengah efisiensi anggaran.

“Mari kita jadikan lingkungan empang sebagai salah satu motor penggerak dalam menyukseskan Program JATI,” ujar H. Bachrun dalam sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.

Komitmen Ekologis dan Dukungan Solid Warga

Momentum Halal Bihalal Keluarga Empang Perkuat Program JATI (1)
Momentum Halal Bihalal Keluarga Besar Empang bersama Bupati Muna.

Tidak hanya berfokus pada eskalasi ekonomi agraris dan maritim, diskursus malam itu juga menyentuh aspek krusial mengenai pelestarian tata ruang kota. H. Bachrun secara lugas mengimbau warga Empang untuk mulai merombak paradigma dalam mengelola limbah rumah tangga dan menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan, guna membenahi kualitas sanitasi lingkungan.


Baca Juga : Kementerian Lingkungan Hidup Siap Dampingi Pemkab Muna Berbenah Sampah

“Kedisiplinan kita dalam mengelola sampah secara mandiri adalah kunci utamanya. Ini bukan semata-mata ambisi untuk mengejar penghargaan Adipura sebagai simbol supremasi kebersihan kota, melainkan dedikasi kita untuk mewujudkan ruang hidup yang sehat bagi generasi penerus daerah,” pintanya.

Diketahui, inisiatif ekologis ini merupakan wujud komitmen konkret duet kepemimpinan Bachrun-Asrafil yang selaras dengan visi pembangunan nasional dari Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait penguatan sistem tata kelola sampah di seluruh pelosok daerah. Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri Rasul saat berkunjung ke Muna beberapa waktu lalu.

Dalam agenda rapat koordinasi bersama Sekda Muna, Eddy Uga, dan para Kepala OPD terkait memberikan pendampingan teknis kepada pemerintah daerah guna memperkuat tata kelola persampahan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berorientasi pada lingkungan yang sehat.

Azri juga mendorong setiap OPD untuk membuat aturan internal terkait pengelolaan sampah di lingkungan instansinya. Dengan demikian, upaya menciptakan sistem pengelolaan sampah yang teratur dan berkelanjutan dapat dilakukan secara kolektif.

“Setiap OPD mempunyai tanggung jawab terhadap pengelolaan sampah di unit kerjanya. Jika seluruh instansi bergerak bersama, maka sistem pengelolaan sampah akan berjalan lebih efektif dan peluang meraih Adipura akan semakin terbuka,” ujar Azri.

Redaksi GoMuna

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button