Muna

Pemilu 2029 Barometer Kekuatan PDIP Muna di Pilkada 2031

DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) baru saja melaksanakan kegiatan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PAC se-Kabupaten Muna masa bakti tahun 2025-2030. Langkah ini menjadi penanda bahwa partai politik berlambang moncong putih ini telah mempersiapkan diri menghadapi kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) di Bumi Sowite.

BACA JUGA : Target Ekspansi Frebi Rifai Bidik Sembilan Kursi DPRD Muna

Sesepuh Partai Rifai Pedansa Hadiri Musancab PAC PDIP Muna

Pemilu 2029 Barometer Kekuatan PDIP Muna di Pilkada 2031
Sesepuh Partai, La Ode Rifai Pedansa, yang dikenal sebagai Tokoh Sentral atas eksistensi PDIP di Bumi Anoa, Sultra.

Rombongan unsur pimpinan dari DPD II PDIP Sulawesi Tenggara, juga terlihat hadir dalam agenda pengukuhan struktur kepengurusan partai tingkat kecamatan tersebut yang berlangsung di Pendopo Arena Dayung, SOR Laode Pandu, pada Minggu, 24 Mei 2026.

Agenda konsolidasi bersama seluruh komponen penggerak partai akar rumput ini menjadi semakin menarik, dengan kehadiran sosok La Ode Rifai Pedansa, sesepuh partai yang dikenal sebagai salah satu tokoh sentral eksistensinya partai berlambang moncong putih di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara.

Evaluasi Kontribusi Suara di Daerah Terhadap Pemilu Nasional

Target Ekspansi Frebi Rifai Bidik Sembilan Kursi DPRD Muna_20260525_183008_0000
Ketua DPC PDIP Kabupaten Muna, La Ode Frebi Rifai, SH.

Musancab PAC kali ini yang mengusung tema “Dari Tanah Muna, untuk Rakyat Muna, PDIP Wujudkan Keadilan Sosial”, dimanfaatkan oleh Ketua DPC PDIP Muna, La Ode Frebi Rifai, dengan merefleksi diri.

Meski fakta menunjukan kekuatan politik PDIP mendominasi setiap perhelatan Pilkada di Bumi Sowite, namun Frebi tidak menampik terkait minimnya kontribusi suara di daerah terhadap pemenangan Pemilu Nasional pada tahun-tahun sebelumnya.

Olehnya, dihadapan ratusan kader partai putra ketiga La Ode Rifai Pedansa ini berkomitmen segera berbenah besar-besaran. Dengan mengevaluasi total anatomi kekuatan politik partai yang tengah dinahkodainya itu.

Menurutnya, langkah strategis ini perlu dilakukan untuk mengukur tingkat loyalitas, solidaritas, maupun efektitas, termasuk tingkat dukungan publik. Karena itu, pemetaan menyeluruh terhadap komponen penggerak partai ini akan dimulai dari pengurus kecamatan hingga ke anak ranting yang tersebar di pelosok desa.

​”Inilah yang harus dibenahi bersama, sebagaimana kesuksesan yang partai kita raih pada pemilu daerah (Pemilihan Bupati dan DPRD) selama dua puluh tahun terakhir ini,” ujar Frebi mengawali sambutannya.

Ia juga menyampaikan, jika Pemilu ke depan akan dilaksanakan di tahun yang berbeda. Yakni Pemilu Nasional, yang meliputi Pemilihan DPR RI, DPD RI, dan Pilpres, akan dilaksanakan di tahun 2029. Sementara Pemilu Daerah pada tahun 2031, meliputi Pemilihan DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, dan Pilkada (Gubernur, Walikota, dan Bupati).

Belum maksimalnya kontribusi suara di daerah terhadap pemenangan di Pemilu Nasional, menjadi fokus utama Frebi melakukan pembenahan struktural. Sebab, baginya waktu tiga tahun menjelang Pemilu Nasional 2029 sangatlah singkat.

BACA JUGA : Modus Berbisnis Ore Nikel: Kuasa Hukum PT TSH Polisikan Dua Direktur Korporasi

“Karena itu, mulai sekarang partai perlu menyiapkan fondasi yang kuat melalui konsolidasi dan pemetaan kekuatan politik secara menyeluruh hingga ke struktur paling bawah,” tegasnya.

Dominasi PDIP dalam perhelatan Pilkada di Bumi Sowite memang tidak bisa diragukan lagi. Terbukti, partai dibawah komando bertangan dingin Frebi Rifai itu berhasil menorehkan prestasi “Prestisius”, sukses memenangkan perhelatan Pilkada Muna sebanyak empat kali secara berturut-turut.

Tercatat, torehan prestasi tersebut dimulai dari era Almarhum dr. Baharuddin pada 2010, dilanjutkan kepemimpinan LM Rusman Emba selama dua periode (2015-2024), hingga kemenangan H. Bachrun pada Pemilu serentak 2024 lalu.

Kendati demikian, Wakil Ketua DPRD Sultra ini enggan terjebak dalam euforia masa lalu. Frebi menyoroti satu catatan penting bahwa kontestasi politik bersifat dinamis. Olehnya itu, dirinya bersama struktur DPC ke depannya akan bekerja lebih ekstra.

Langkah itu guna mengorganisir dan mendampingi rekan PAC di 22 kecamatan untuk memastikan pemetaan kekuatan politik berjalan akurat, terukur, dan berdampak langsung pada elektabilitas partai secara makro. Sebab, Pemilu Nasional 2029 akan menjadi barometer untuk mengukur kesiapan kekuatan partai dalam mengadapi di Pemilihan Daerah tahun 2031.

​”Musancab hari ini jadikan momentum mempersiapkan diri. Karena Pemilu 2029 sebagai tolak ukur kesiapan kekuatan politik partai kita di pemilu daerah 2031 nantinya,” tutupnya.

Redaksi GoMuna

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button