Strategi La Ode Darwin Bangkitkan Sektor Pertanian Muna Barat Lewat Jejaring HKTI

Sektor agrikultur di Kabupaten Muna Barat bersiap menyambut fase transformasi baru. La Ode Darwin, yang baru saja dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Muna Barat periode 2026-2030, mengusung visi progresif untuk menjadikan wilayahnya sebagai lumbung pangan dan sentra jagung utama di kawasan Kepulauan Muna.
Pengukuhan strategis ini berlangsung dalam rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Sulawesi Tenggara (Sultra) di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Sultra, Kamis (10/9/2026).
Prosesi pelantikan ini sendiri dipimpin oleh Sekjen DPP HKTI, H. Abdul Kadir Karding, yang merepresentasikan Ketua Umum DPP HKTI. Momentum tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi titik tolak eskalasi kesejahteraan petani di Bumi Laworo.
Bagi Darwin, jabatan di HKTI bukanlah sekadar ornamen keorganisasian, melainkan instrumen esensial untuk mengadvokasi nasib para petani.
”Ini menjadi bukti keseriusan kami. Insyaallah, arah langkah kami akan tegak lurus dengan program-program HKTI guna memastikan nasib petani di Muna Barat mendapat panggung utama,” tegas La Ode Darwin usai pelantikan.
BACA JUGA : Bupati Muna Barat Ingin BBM Subsidi Tepat Sasaran hingga Aksesibilitas ke Wilayah Pesisir
Mengurai Potensi dan Urgensi Demografi
Muna Barat memiliki demografi yang secara inheren bertumpu pada kekayaan tanahnya. Darwin menggarisbawahi bahwa sektor pertanian adalah urat nadi ekonomi daerah, yang memosisikan kebijakan pro-petani sebagai sebuah urgensi, bukan lagi pilihan.
”Di Muna Barat, sekitar 80 hingga 90 persen populasi kita adalah petani. Realitas ini adalah modal sosial sekaligus argumen kuat kami saat berdialog dengan pemerintah pusat,” ujarnya.
Sinergitas Birokrasi sebagai Katalisator
Tantangan birokrasi dan keterbatasan akses sering kali menjadi tembok penghalang bagi daerah. Namun, Darwin memproyeksikan HKTI sebagai jembatan yang menghubungkan aspirasi masyarakat dengan pembuat kebijakan di Jakarta, khususnya Kementerian Pertanian.
Optimisme ini kian menebal seiring dengan ditetapkannya Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, sebagai Ketua DPD HKTI Sultra secara aklamasi dalam forum yang sama.
“HKTI memiliki jejaring pusat yang sangat solid. Keterpilihan Bapak Gubernur sebagai Ketua DPD juga membuat orkestrasi program dari pusat ke provinsi hingga ke daerah menjadi jauh lebih selaras. Tujuannya satu: menyejahterakan petani Muna Barat,” jelasnya.
Fokus Komoditas: Dari Jagung hingga Cetak Sawah Baru
Ke depan, HKTI Muna Barat telah memetakan sejumlah komoditas potensial bernilai ekonomi tinggi, dengan fokus utama pada jagung, padi, dan kacang tanah. Secara khusus, jagung tengah diakselerasi agar mampu menjadi primadona ekspor daerah.
”Jagung saat ini kami progres dengan serius. Target realistis kami adalah menjadikan Muna Barat sebagai sentra jagung terkemuka untuk wilayah Kepulauan Muna,” ungkap Darwin.
Ekstensifikasi Lahan yang Masif

Selain diversifikasi tanaman, perluasan area tanam (ekstensifikasi) menjadi langkah taktis yang tengah dieksekusi. Bersama pemerintah kabupaten, HKTI mengawal ketat program cetak sawah baru yang masif.
BACA JUGA : Sebut Bupati Muna Barat “Petarung” Dirjen Migas: Penambahan Kuota BBM Jadi Perhatian Pusat
”Lahan kami masih sangat representatif. Untuk tahun ini dan tahun depan, sudah diproyeksikan lebih dari 800 hektare lahan untuk program cetak sawah baru. Kementerian Pertanian bahkan sudah turun langsung memantau persiapannya,” tuturnya.
Menjawab Tantangan Iklim dan Kekeringan
Di balik potensi yang melimpah, Darwin tidak menutup mata terhadap anomali iklim. Fenomena kekeringan musiman kerap menjadi momok yang menggerus produktivitas lahan.
Oleh karena itu, intervensi HKTI diharapkan mampu membawa solusi teknologi dan infrastruktur irigasi melalui lobi-lobi strategis di tingkat kementerian.
“Memang masih ada kendala, terutama soal kekeringan. Namun, dengan jejaring HKTI yang kuat, kesulitan akses yang dulu kami rasakan ke Kementerian Pertanian, insyaallah dapat terurai dan membawa dampak positif yang nyata bagi petani,” pungkasnya.
Laporan : Agry




