Darwin Targetkan Sentra Pemerintahan Muna Barat Aktif 2028

Target besar kembali dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Muna Barat di bawah nahkoda Bupati La Ode Darwin. Pembangunan tata ruang pusat birokrasi tidak lagi sekadar wacana yang berjalan lambat, melainkan dipatok dengan tenggat waktu yang terukur.
BACA JUGA : Bupati Muna Barat Ingin BBM Subsidi Tepat Sasaran hingga Aksesibilitas ke Wilayah Pesisir
Langkah Awal Pemkab Mubar Kunci APBDP 2026
Bupati Muna Barat menargetkan Kawasan Perkantoran Bumi Praja Laworo sudah dapat berfungsi dan beroperasi secara penuh pada tahun 2028 mendatang.
Tenggat waktu ini dibuktikan dengan manuver cepat pemerintah daerah dalam meracik anggaran. Demi mengejar target tersebut, Pemkab Mubar langsung mengunci anggaran khusus dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2026.
Keputusan Bupati Muna Barat ini menjadi langkah awal sekaligus memastikan bahwa penatan kawasan perkantoran Bumi Praja Laworo dapat segera berjalan sebelum pergantian tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Muna Barat La Ode Darwin, usai mengikuti Rapat Paripurna penyerahan rancangan APBD Perubahan tahun 2026 di kantor DPRD Muna Barat, pada Senin (14/9/2026). Ia menekankan bahwa sentralisasi layanan publik harus segera terwujud agar masyarakat lebih mudah berurusan dengan pemerintah.
Injeksi Rp8 Miliar untuk Kawasan Perkantoran Bumi Praja Laworo

Sebagai wujud keseriusan mengejar target 2028, Darwin merombak fokus APBD Perubahan agar lebih tajam pada sektor infrastruktur. Total dana segar sebesar Rp8 miliar resmi dialokasikan khusus untuk mempercepat penataan Kawasan Perkantoran Bumi Praja Laworo.
”Prioritas utama kita dalam APBD Perubahan tahun ini adalah memaksimalkan penambahan anggaran untuk penataan kawasan tersebut,” ujar Darwin.
Dana miliaran tersebut tidak dihabiskan untuk satu item pekerjaan saja, melainkan dibagi untuk dua proyek fisik yang paling mendasar. Porsi pertama diarahkan untuk membangun akses mobilitas, sementara porsi kedua difokuskan pada pusat komando pemerintahan, yakni kantor bupati itu sendiri.
Tahapan Pengerjaan Badan Jalan dan Konstruksi Gedung
Secara rinci Darwin menjelaskan bahwa pada akhir tahun 2026 ini, tahapan pekerjaan difokuskan pada peningkatan struktur dan pengerasan badan jalan, dengan alokasi dana sebesar Rp4 miliar disiapkan untuk pembentukan dua ruas jalan utama serta jalan lingkar yang berada tepat di dalam kompleks perkantoran.
Sementara, sisa anggaran sebesar Rp4 miliar dialokasikan khusus untuk melanjutkan pembenahan gedung kantor bupati. Kedua tahapan pekerjaan ini ditargetkan tuntas sesuai kontrak kerja pada penghujung tahun 2026.
BACA JUGA : Strategi La Ode Darwin Bangkitkan Sektor Pertanian Muna Barat Lewat Jejaring HKTI
”Untuk jalan, anggarannya sekitar Rp4 miliar yang mencakup peningkatan atau pengerasan badan jalan. Pengaspalannya kita rencanakan pada tahun anggaran berikutnya,” rinci bupati yang akrab disapa DW tersebut.
Optimisme Merampungkan Seluruh Kompleks Birokrasi
Bagi Darwin, keputusan membangun secara bertahap ini diambil karena keterbatasan kapasitas anggaran daerah. Meski demikian, alur kerja telah disusun rapi agar setiap tahun ada kemajuan fisik yang nyata.
Tantangan terbesarnya adalah memastikan kelancaran arus dana pada tahun 2027 nanti agar seluruh kompleks kantor dinas lainnya bisa terbangun. Darwin tetap memancarkan keyakinan penuh bahwa pusat layanan birokrasi tersebut akan selesai tepat pada waktunya.
”Penataan ini memang kita rancang secara bertahap. Namun, target besarnya adalah seluruh kompleks pemerintahan terpadu ini sudah dapat beroperasi seratus persen pada tahun 2028,” pungkasnya.
Laporan: Agry




