Muna

Desa Kawite-wite Jadi Sasaran TMMD ke-130, Pemkab Muna Siapkan Rp1,030 Miliar

Pemerintah Kabupaten Muna menyiapkan anggaran sebesar Rp1,030 miliar (satu miliar tiga puluh juta rupiah) melalui APBD Perubahan 2026 untuk mendukung pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Desa Kawite-wite, Kecamatan Kabawo.

BACA JUGA : Wacanakan Reward-Punishment: Bupati Muna Dorong Desa Berlomba Kelola BUMDes

Kolaborasi Kodim 1416/Muna dan Pemkab Muna untuk Wilayah Pesisir

Dukungan anggaran ini menjadi bagian dari langkah Pemkab Muna di bawah duet kepemimpinan Bupati Muna H. Bachrun dan Wakil Bupati La Ode Asrafil untuk membantu membuka akses dasar masyarakat di wilayah pesisir tersebut yang selama ini menghadapi persoalan jalan, air bersih, hingga infrastruktur pengaman wilayah.

Bupati Muna H. Bachrun menyampaikan hal itu setelah mengikuti Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026 melalui video conference di Makodim 1416/Muna, Kamis (17/9/2026).

Menurut Bachrun, Desa Kawite-wite diusulkan Kodim 1416/Muna sebagai titik sasaran TMMD tahun ini. Tiga pekerjaan fisik yang menjadi sasaran utama yakni peningkatan jalan, pembangunan sumur bor, dan talud.

“Pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan TMMD ini. Maka itu kami sudah siapkan anggarannya di APBD perubahan tahun ini,” kata H. Bachrun.

TMMD Kawite-wite Berangkat dari Persoalan Dasar Warga

Desa Kawite-wite Jadi Sasaran TMMD ke-130, Pemkab Muna Siapkan Rp1,030 Miliar
Bupati Muna, H. Bachrun saat menandatangani dokumen dukungan anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan fisik TMMD ke-130 di Desa Kawite-wite.

Bachrun menjelaskan, pilihan Desa Kawite-wite sebagai lokasi TMMD tidak terlepas dari persoalan infrastruktur dasar yang masih dihadapi masyarakat. Sebelumnya, Kodim 1416/Muna telah lebih dahulu mengambil langkah dengan membangun kembali jembatan yang terputus total.

Jembatan itu memiliki fungsi penting karena menjadi salah satu akses utama masyarakat Kawite-wite dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi.

“Sebelumnya pak Dandim sudah bergerak lebih dulu dengan membangun jembatan. Sebagai bentuk dukungan penuh, pemerintah daerah menyiapkan anggarannya untuk pembangunan talud penahan air pasang, termasuk peningkatan jalan, dan sumur bor,” ujarnya.

Jembatan Jadi Akses Penting bagi Warga

Mayoritas masyarakat di Desa Kawite-wite bekerja sebagai nelayan. Karena itu, keberadaan akses jalan dan jembatan tidak hanya berkaitan dengan mobilitas, tetapi juga berhubungan dengan aktivitas ekonomi warga.

Bagi Bachrun masuknya program TMMD, bisa mengakhiri masa-masa sulit yang dihadapi masyarakat setempat. Akses yang lebih baik diharapkan dapat mempermudah masyarakat membawa hasil produksi, memperoleh kebutuhan sehari-hari, serta mengakses layanan dasar seperti air bersih.

“Kita berharap dengan masuknya program TMMD ini, masyarakat bisa terbebas dari persoalan dasar yang selama ini menjadi momok dalam kehidupan mereka sehari-hari,” harapnya.

Cerita Pilu Desa Kawite-wite: Kesulitan Air Bersih dan Akses Terputus

Desa Kawite-wite Jadi Sasaran TMMD ke-130, Pemkab Muna Siapkan Rp1,030 Miliar
Sesi foto bersama jajaran Kodim 1416/Muna dan Pemkab Muna usai mengikuti video confrence Rakornis TMMD ke-130.

Sementara itu, sinergi antara Kodim 1416/Muna dan Pemkab Muna ini dilandasi oleh kondisi memprihatinkan yang dialami Desa Kawite-wite. Dandim 1416/Muna, Letkol Inf. Salman Habibu, mengungkapkan alasan Desa Kawite-wite dipilih sebagai sasaran TMMD ke-130.

Menurutnya, Kawite-wite merupakan salah satu desa pesisir yang relatif terpencil yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap sejumlah kebutuhan dasar.

Ia menyebut jumlah penduduk desa tersebut sekitar 1.400 jiwa, dengan dua persoalan berat yang menjadi perhatian, yakni tiadanya pasokan air bersih serta jalan desa yang selalu terendam setiap kali air laut pasang. Bahkan, kondisi krisis air di desa tersebut sudah berada pada tahap yang sangat memprihatinkan.

BACA JUGA : Bupati Muna Dorong Transformasi Pramuka Kawal Swasembada Pangan Era Digital

​”Kondisi ini sudah berlangsung sangat lama. Kalau ada yang meninggal dunia, warga setempat sampai harus patungan membeli air mineral kemasan untuk bisa memandikan jenazah. Karena air bersih memang sangat sulit di sana,” beber Letkol Inf. Salman Habibu.

Pembuatan Sumur Bor Kedalaman 90 Meter Jadi Solusi Mendasar

Berdasarkan survei teknis di lapangan, lanjut Letkol Inf. Salman, bahwa pasokan air bersih baru bisa didapatkan jika melakukan pengeboran hingga kedalaman 90 meter. Hal inilah yang menjadi alasan mendasar Kodim 1416/Muna yang didukung penuh Pemkab Muna menjadikan pembangunan sumur bor masuk dalam sasaran fisik utama TMMD ke-130 di Desa Kawite-wite.

“Jika titik sumber air ini dapat dimanfaatkan melalui pembangunan sumur bor, kebutuhan air bersih masyarakat diharapkan dapat terpenuhi dalam jaka panjang,” tutupnya.

Dukungan Pemkab Muna Rp1,03 Miliar

Diketahui, dukungan anggaran menjadi salah satu bentuk keterlibatan Pemkab Muna dalam pelaksanaan TMMD. Dana tersebut diarahkan untuk mendukung pekerjaan fisik yang menjadi kebutuhan masyarakat Kawite-wite.

Dukungan ini juga menunjukkan bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya menjadi agenda internal TNI. Pemerintah daerah ikut mengambil bagian melalui dukungan anggaran dan koordinasi lintas perangkat daerah.

Selain itu, dalam Rakornis tersebut, turut hadir Kepala Dinas PUPR dan Kepala Bappeda Kabupaten Muna beserta jajaran. Kehadiran perangkat daerah ini menjadi bagian dari koordinasi teknis antara Kodim 1416/Muna dan Pemkab Muna dalam menyiapkan pelaksanaan program TMMD di lapangan.

Redaksi GoMUNA

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button