Bupati Muna Dorong Transformasi Pramuka Kawal Swasembada Pangan Era Digital

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna tengah meredefinisi ulang fungsi fundamental Gerakan Pramuka di wilayahnya. Tak lagi dibiarkan terjebak dalam rutinitas tali-temali dan romantisisme kegiatan alam terbuka, ratusan kader pandu kini diinstruksikan untuk bermetamorfosis menjadi agen pemecah masalah (problem solver) guna mengamankan kedaulatan pangan daerah.
Pergeseran paradigma ini digaungkan langsung oleh Bupati Muna, H. Bachrun, saat memimpin Apel Besar Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan Pramuka ke-65 di Stadion Paelangkuta, Raha, Sabtu (12/9/2026). Selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab), Bachrun membawa narasi progresif yang mengintegrasikan organisasi kepanduan dengan visi makro ekonomi daerah.
Menyelaraskan dengan tema nasional yang berorientasi pada swasembada pangan menyongsong Indonesia Emas 2045, Bachrun mendesak adanya transformasi struktural di dalam tubuh Pramuka untuk merespons ancaman nyata seperti disrupsi digital dan anomali iklim global.
BACA JUGA : Tak Halangi Warga: PUPR Muna Ungkap Alasan Jalan Tengiri Tak Bisa Langsung Diaspal
Lompatan Paradigma: Dari Jargon Beralih Menjadi Solusi Nyata
Menghadapi kompleksitas zaman, metodologi pembinaan Pramuka dinilai perlu dievaluasi. Kemampuan bertahan hidup di alam bebas kini harus dikonversi menjadi kemampuan memberdayakan potensi alam untuk kesejahteraan sosial.
“Pramuka saat ini dituntut melakukan lompatan besar. Tidak lagi sekadar berhenti pada jargon learning by doing, tetapi bertransformasi menjadi learning, creating, and solving. Kita harus belajar, berkarya, dan hadir membawa solusi atas persoalan nyata di masyarakat,” tegas Bachrun di hadapan ratusan anggota pandu.
Mengawal Eksekusi Program JATI Sebagai Motor Ekonomi Kerakyatan
Langkah taktis dari transformasi tersebut diwujudkan melalui pengawalan penuh terhadap Program JATI (Jagung, Hortikultura, Ternak, dan Ikan). Program andalan Pemkab Muna ini diproyeksikan sebagai episentrum kebangkitan ekonomi kerakyatan sekaligus instrumen penyerapan tenaga kerja baru di tingkat desa.
Bachrun menginstruksikan seluruh hierarki kepanduan, mulai dari Kwartir Cabang, Ranting, hingga Gugus Depan, untuk melek terhadap urgensi ketahanan agrikultur.
BACA JUGA : Patenkan 20 Warisan Leluhur: Bupati Muna Diganjar Dua Penghargaan Kementerian Hukum
”Pada komoditas jagung, misalnya, Pramuka dapat berdiri di garda terdepan sebagai pelopor pemanfaatan lahan produktif dan edukasi teknologi pertanian modern. Kita ingin memperkuat posisi Muna sebagai salah satu lumbung pangan andalan nasional,” paparnya menjabarkan visi makro daerah.
Optimalisasi Saka Taruna Bumi untuk Cetak Generasi Produktif
Guna memastikan instruksi ini tidak berakhir sebagai retorika seremonial, Pemkab Muna akan mengoptimalkan peran Satuan Karya (SAKA) Taruna Bumi yang berpangkalan di Dinas Pertanian. Instrumen ini diharapkan mampu menjadi inkubator bagi generasi muda Muna agar tumbuh menjadi individu yang tangguh, adaptif, dan memiliki literasi pertanian mumpuni.
Menutup amanatnya, Bupati Bachrun mengingatkan bahwa roh utama pergerakan ini tetap berakar pada falsafah Dasa Darma.
”Jadilah tunas-tunas bangsa yang tidak hanya kuat berakar pada Pancasila dan Dasa Darma, tetapi juga berbuah manis bagi kesejahteraan masyarakat Muna. Hadapi tantangan zaman dengan inovasi, kreativitas, dan semangat pantang menyerah demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya, seraya memberikan penghormatan kepada seluruh elemen pembina yang terus merawat dedikasi kepanduan di Bumi Sowite.
Redaksi GoMUNA




