Kokoh dan Estetika Bangunan Koperasi Merah Putih di Muna Tuai Pujian

Pembangunan sarana penunjang ekonomi bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Muna saat ini sedang berjalan dengan sangat pesat. Salah satu proyek besar yang paling menarik perhatian publik adalah pendirian gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau yang sering disingkat KDKMP.
BACA JUGA : Diduga Aturan “Siluman” Bulog Raha Wajibkan RPK Beli Beras Komersil
Pujian untuk Kualitas Bangunan Koperasi Desa Merah Putih
Proses pembangunan fasilitas penting ini langsung mendapat sorotan dan apresiasi dari Ketua DPC Partai Demokrat Muna, Awal Jaya Bolombo. Ia menilai bahwa kualitas bangunan KDKMP sangat memuaskan karena pengerjaannya benar-benar mengutamakan kualitas material.
Menjadikan pembangunan gedung yang kokoh ini, wujud manifestasi dalam membangun fondasi ekonomi masyarakat.
Pria yang sehari-hari akrab disapa AJB itu merasa sangat bangga melihat hasil kerja nyata di lapangan. Dalam pandangannya, bahan bangunan yang dipakai bukanlah material sembarangan, melainkan komponen pilihan yang dijamin awet dan tahan lama.
”Tentu kami sangat apresiasi, karena pembangunannya memang memprioritaskan mutu dan kualitas,” kata AJB saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa, 19 Mei 2026.
AJB juga menyoroti fakta menarik tentang siapa sosok pekerja keras di balik berdirinya fasilitas ekonomi tersebut. Ternyata, para tukang bangunan yang dilibatkan murni merupakan tenaga kerja lokal dari Bumi Sowite.
“Lewat keahlian tangan mereka, gedung koperasi ini tidak hanya kokoh secara struktur, tetapi juga tampil dengan arsitektur yang estetik dan sedap dipandang mata,” terangnya.
Sebagai mantan anggota DPRD Muna, AJB menaruh harapan besar agar kecepatan pembangunan KDKPM ini terus dipacu. Dengan begitu, gedung-gedung tersebut dapat segera diresmikan dan dipakai oleh masyarakat untuk kegiatan sehari-hari.
Rincian Proyek dan Kendala di Lapangan
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Muna, Hajar Sosi mengungkapkan bahwa untuk di Muna target berdirinya KDKMP sebanyak 150 unit yang tersebar secara merata di 22 kecamatan agar setiap desa memiliki wadah resmi untuk memajukan perekonomian.
Dari rencana besar tersebut, Hajar menyebutkan bahwa sebanyak 83 unit bangunan sudah berhasil diselesaikan dengan baik. Sayangnya, masih tersisa 67 unit yang proses pembangunannya terpaksa ditunda karena ada sedikit kendala.
Menurutnya, penundaan itu terjadi karena letak lahan yang berada tepat di pinggir laut. Selain itu, luas lahan yang disiapkan di lokasi tersebut tidak mencapai batas minimal ukuran standar, yakni kurang dari 100 meter persegi.
BACA JUGA : Diduga Aturan “Siluman” Bulog Raha Wajibkan RPK Beli Beras Komersil
Kendati, terdapat kendala di sebagian tempat, mantan Camat Lohia ini berani menjamin bahwa wujud fisik bangunan yang sudah selesai memiliki daya tahan yang istimewa. “Untuk gedung yang sudah terbangun, kualitasnya sangat bagus,” ujarnya.
Aktivitas Pengurus dan Pentingnya Dunia Digital
Meski pembangunan gedung KDKMP belum rampung seratus persen di semua lokasi, lanjut Hajar, namun semangat dari pengurus koperasi untuk melayani sama sekali tidak menurun.
Data mencatat, dari 150 kelompok sasaran yang ada, sebanyak 105 koperasi diantaranya sudah resmi beroperasi. Untuk menutupi kekurangan fasilitas, mereka saat ini meminjam atau menyewa bangunan sementara agar kegiatan organisasi tetap hidup.
Kelancaran aktivitas organisasi ini juga dibuktikan dengan ketaatan pengurus pada aturan aturan koperasi yang berlaku. “Para pengurusnya pula telah melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT),” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hajar menerangkan bahwa rapat tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan dana dan kegiatan koperasi berjalan dengan jujur serta terbuka bagi seluruh anggota.
Di masa depan, bangunan fisik yang kuat juga harus didukung dengan kecerdasan di dunia maya. Para pengurus diharapkan mulai menyentuh strategi konten digital, seperti mengelola tulisan di internet yang dirancang khusus agar mudah dibaca oleh mesin pencari.
Tujuannya sangat jelas, yaitu agar potensi bisnis yang digerakkan oleh KDKMP di Muna bisa mudah ditemukan oleh khalayak luas.
“Pada akhirnya, perpaduan antara fasilitas yang memadai dan strategi pemasaran modern akan membuat ekonomi warga semakin mandiri,” tandasnya.
Redaksi GoMuna




