Muna

Panen Jagung dan Peletakan Batu Pertama Masjid Jadi Agenda Strategis Bupati ke Muna Timur

Panen Jagung Trans Raimuna menjadi penanda komitmen agraria Pemerintah Kabupaten Muna dalam memperkuat kedaulatan pangan daerah. Momentum tersebut ditandai dengan kehadiran Bupati Muna, H. Bachrun, bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), yang turun langsung memanen jagung di kawasan transmigrasi Desa Raimuna, Kecamatan Maligano, Rabu, 4 Maret 2026.


Baca Juga : Anak Yatim Jadi Saksi Albert Institute Resmi Digagas

Panen Jagung Trans Raimuna Perkuat Swasembada Pangan

Kegiatan panen dilaksanakan di lahan seluas kurang lebih empat hektare yang dikelola kelompok tani warga transmigrasi di Desa Raimuna. Lahan produktif tersebut menjadi representasi kesungguhan petani dalam mengoptimalkan potensi agraria di wilayah timur Kabupaten Muna.

Sekitar pukul 10.30 Wita, rombongan pemerintah daerah tiba di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Trans Raimuna. Kehadiran orang nomor satu di Bumi Sowite itu disambut antusias para petani yang sejak pagi telah bersiap melakukan panen raya. Tanpa seremoni berlebihan, Bupati bersama jajaran OPD langsung terlibat dalam proses pemetikan jagung yang telah memasuki masa panen optimal.

Dorongan Produktivitas dan Optimalisasi Lahan

Panen Jagung dan Peletakan Batu Pertama Masjid Jadi Agenda Strategis Bupati ke Muna Timur
Bupati muna pimpin panen jagung di desa raimuna.

Dalam sambutannya, Bachrun menegaskan pentingnya peningkatan produktivitas sektor pertanian sebagai fondasi menuju swasembada pangan. Ia mendorong para petani untuk tidak berhenti pada capaian hari ini, melainkan terus memperluas pemanfaatan lahan tidur agar menghasilkan nilai tambah ekonomi.

Menurutnya, ketahanan pangan bukan sekadar jargon kebijakan, melainkan kerja kolektif antara pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta agar setiap bidang lahan yang belum tergarap dapat dioptimalkan melalui pola tanam yang terukur dan berkelanjutan.


Baca Juga : Didukung Bupati, Kolaborasi IDI Muna dan Mubar Sukses Distribusikan Layanan Kesehatan Gratis

“Pemerintah daerah secara konsisten mendorong masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk kegiatan pertanian produktif,” tegasnya di hadapan petani.

Lebih lanjut, Bachrun menyampaikan apresiasi atas kegigihan kelompok tani transmigrasi Raimuna yang mampu membaca potensi wilayah dan mengubahnya menjadi sentra produksi jagung. Ia menilai semangat tersebut menjadi energi positif dalam membangun kemandirian ekonomi desa berbasis pertanian.

Jaminan Dukungan Pemerintah

Sebagai bentuk keberpihakan terhadap petani, Pemerintah Kabupaten Muna, lanjut Bachrun, akan terus melakukan pendampingan komprehensif. Pendampingan itu mencakup penyediaan benih unggul, distribusi pupuk, hingga fasilitasi akses pasar agar hasil panen memiliki kepastian serapan.

Ia menekankan bahwa petani cukup fokus pada proses budidaya dan peningkatan kualitas produksi. Sementara itu, aspek teknis seperti ketersediaan sarana produksi dan tata niaga akan menjadi tanggung jawab pemerintah melalui dinas teknis terkait, khususnya Dinas Pertanian.

“Insyaallah pemerintah hadir mendampingi. Petani fokus bertani, sementara kebutuhan bibit, pupuk, hingga pemasaran menjadi tanggung jawab pemerintah melalui instansi terkait,” ujarnya.

Langkah tersebut dinilai strategis dalam menciptakan ekosistem pertanian yang terintegrasi, sehingga petani tidak lagi terbebani persoalan klasik seperti kelangkaan pupuk atau fluktuasi harga pasar.

Lanjutkan Agenda ke Latompa

Panen Jagung dan Peletakan Batu Pertama Masjid Jadi Agenda Strategis Bupati ke Muna Timur
Bupati muna usai meletakan batu pertama peresmian pembangunan masjid.

Usai kegiatan panen jagung di UPT Trans Raimuna, Bachrun bersama rombongan melanjutkan kunjungan kerja ke Desa Latompa, masih di wilayah Kecamatan Maligano. Di lokasi tersebut, Bupati melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid desa sebagai simbol dimulainya pembangunan sarana ibadah bagi masyarakat setempat.

Agenda tersebut memperlihatkan bahwa kunjungan kerja tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek spiritual dan sosial kemasyarakatan. Pemerintah daerah berupaya menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik, penguatan ekonomi, dan pembinaan nilai-nilai religius.

Secara keseluruhan, panen jagung di Trans Raimuna menjadi cerminan kolaborasi antara pemerintah dan petani dalam menggerakkan roda ekonomi berbasis sektor primer. Dengan optimalisasi lahan, dukungan kebijakan, serta pendampingan berkelanjutan, Kabupaten Muna menapaki langkah konkret menuju kemandirian pangan yang berdaya saing.

Redaksi GoMuna

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button