Skuad Tuan Rumah Juara Umum di Open Tournament PBSI Muna Cup Se Sultra

Pengurus Kabupaten Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Pengkab PBSI) Muna membuktikan kualitas atletnya. Usai, skuad tuan rumah sukses menyabet gelar juara umum dalam ajang bergengsi Open Tournament se-Sulawesi Tenggara bertajuk PBSI Muna Cup I.
BACA JUGA : Antusiasme Tinggi Warnai Tournament PBSI Muna: 168 Atlet se-Sultra Berebut Juara
Perolehan Medali Kukuhkan PBSI di Puncak Klasemen
Turnamen yang dipusatkan di GOR Komando, Kontu Barat, Kelurahan Laiworu, Kecamatan Batalaiworu ini resmi ditutup pada Sabtu (25/7/2026). Hasil akhir ini menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat, khususnya pencinta bulu tangkis di Bumi Sowite.
Sejak hari pertama turnamen dibuka pada 21 Juli 2026, atmosfer kompetitif langsung menyelimuti arena pertandingan. Skuad tuan rumah tampil dominan dengan strategi apik, hingga berhasil meredam perlawanan klub-klub tangguh dari daerah lain.
PBSI Muna mengunci gelar juara umum setelah mendominasi perolehan medali. Tuan rumah sukses mengumpulkan 4 emas, 4 perak, dan 5 perunggu dan menduduki puncak klasemen akhir.
Menyusul di posisi runner-up, klub Hanindo Kendari memberikan perlawanan sengit dengan mengamankan 4 emas, 2 perak, dan 6 perunggu. Sementara itu, Umega Victory KMB Kendari harus puas di peringkat ketiga dengan torehan 3 emas, 2 perak, dan 6 perunggu.
Turnamen berskala regional ini menyedot animo luar biasa dengan melibatkan 167 atlet dari tujuh kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara. Para peserta bertarung memperebutkan total uang pembinaan Rp43 juta yang terbagi dalam 12 kategori lomba.
Kategori yang dipertandingkan meliputi nomor tunggal (putra/putri) untuk Usia Dini, Anak-anak, Pemula, dan Taruna. Sementara untuk nomor ganda, kompetisi membuka kategori Anak Putra, Pemula Putra, Pemula Putri, serta Taruna Putra.
Kehadiran klub-klub tangguh diantaranya Indojaya Kendari, Bima Taruna Baubau, PB Diamond Baubau, VMK Kendari, hingga Handayani Muna Barat, menunjukan kualitas turnamen ini sebagai panggung pembinaan atlet usia dini dan taruna.
Tantangan ke Depan Bagi Atlet Muda Muna
Pelatih sekaligus pengurus teras PBSI Muna, Yoga Sidiq, mengingatkan para atletnya agar tidak terlena oleh euforia juara umum. Menurutnya, pencapaian di tingkat daerah ini harus menjadi motivasi ekstra untuk menghadapi kompetisi yang lebih ketat di masa depan.
“Selamat kepada seluruh atlet yang telah berjuang. Bagi yang juara, jangan cepat berpuas diri. Terus disiplin berlatih dan tetap rendah hati, karena di luar sana masih banyak atlet yang kemampuannya lebih baik. Jadikan hasil ini sebagai motivasi untuk terus berkembang,” ujar Yoga.
Yoga turut mengapresiasi Ketua PBSI Muna, La Ode Muhram Naadu, yang dinilai konsisten mendukung kemajuan pembinaan olahraga di daerah tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua PBSI Muna, Bapak Muhram Naadu, atas perhatian dan dukungannya selama ini. Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mencetak atlet-atlet berprestasi yang membawa nama baik Kabupaten Muna,” urainya.
Membangun Ekosistem Kompetisi yang Solid
Senada, Penasihat PBSI Muna sekaligus pemilik GOR Komando, La Ode Tobi, S.Kom., mengutarakan rasa terima kasih mendalam kepada jajaran atlet, pelatih, ofisial, korps wasit, mitra sponsor, hingga penonton yang andal menjaga kelancaran turnamen sejak hari pertama.
BACA JUGA : Maestro Catur Kaliber Dunia Apresiasi Percasi Muna Jadi Tuan Rumah Kejurprov Sultra 2026
“Terima kasih atas kehadiran seluruh atlet dan ofisial di Kabupaten Muna. Selamat melanjutkan perjalanan pulang ke daerah masing-masing. Semoga kompetisi ini membekas sebagai pengalaman berharga dan kita bisa bersua kembali pada ajang selanjutnya untuk kejayaan bulu tangkis Sulawesi Tenggara,” ucap La Ode Tobi.
Secara terpisah, Ketua PBSI Muna, La Ode Muhram Naadu, S.H., M.H., memberi apresiasi sekaligus permohonan maaf terbuka bagi seluruh pencinta bulu tangkis se-Sulawesi Tenggara yang mengawal kesuksesan turnamen perdana tersebut.
“Permohonan maaf sebesar-besarnya bagi segenap elemen bulu tangkis Sultra yang telah hadir menyukseskan PBSI Muna Cup I ini. Semoga di lain kesempatan kita dapat kembali bersua demi satu komitmen kuat, yakni memajukan olahraga bulu tangkis di daerah kita,” ujarnya.
Ia juga menaruh rasa takzim yang tinggi atas kehadiran jajaran tamu kehormatan serta delegasi dari berbagai daerah.
“PBSI Muna sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian. Semoga rajutan kebersamaan ini terus terjaga dan kembali berlanjut pada agenda-agenda turnamen berikutnya,” tutur pria yang juga berprofesi sebagai lawyer di kantor hukum LMN & Partners.
Sebelumnya, menurut ketua panitia bahwa ajang PBSI Muna Cup I diproyeksikan menjadi batu loncatan untuk menghidupkan atmosfer kompetisi bulu tangkis yang berkesinambungan di Sulawesi Tenggara. Melalui agenda turnamen yang terjadwal rutin, para pebulu tangkis daerah dapat memperkaya jam terbang guna mendongkrak performa mereka ke tingkat yang lebih kompetitif.
Redaksi GoMUNA

