Budaya

Sumbangan Dulang Wali Kota Kendari Perkuat Legitimasi Silaturahmi Akbar KKMM Sultra

Sinergi antara pemerintah dan paguyuban kedaerahan memegang peranan krusial dalam merawat stabilitas sosiokultural di suatu ibu kota provinsi. Dukungan konkret yang melampaui batas seremonial menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah dalam pelestarian identitas lokal.

BACA JUGA : Berdarah Muna: Fildan Rahayu Siap Pukau Warga di Silaturahmi Akbar KKMM Sultra

Seperti ditunjukan oleh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari yang secara resmi menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan perhelatan Silaturahmi Akbar KKMM Sultra. Dukungan ini tidak sekadar berupa restu birokrasi, melainkan diwarnai dengan aksi nyata berupa rencana sumbangan dulang tradisional langsung dari Wali Kota Kendari, Hj. Siska Karina Imran, S.KM.

Langkah tersebut menjadi simbol penghormatan mendalam terhadap nilai-nilai kultural yang diusung dalam festival kebudayaan tersebut.

​Kepastian sokongan moral dan material ini mengemuka saat Ketua Panitia Silaturahmi Akbar KKMM Sultra, Dr. LM Bariun, SH., MH., bersama pengurus melakukan audiensi di Kantor Wali Kota Kendari, Selasa (7/7/2026).

Respon Positif Wali Kota dan Esensi Filosofis Dulang

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Kendari mengonfirmasi kesiapannya untuk hadir dan memberikan sambutan pada puncak acara yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026 di kawasan pelataran Eks MTQ Kendari. Partisipasi aktif orang nomor satu di Kota Kendari dalam menyumbang dulang menjadi daya tarik tersendiri yang memperkuat legitimasi acara.

Sebagai Ketua Panitia Bariun, tentunya menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi atas penerimaan hangat serta kontribusi nyata dari pihak pemangku kebijakan kota.

Menurutnya, bahwa dalam struktur adat masyarakat Muna, dulang memiliki kedudukan filosofis yang tinggi sebagai perlengkapan sakral dalam ritual kebersamaan. Kehadirannya bukan sekadar wadah penyajian kuliner, melainkan sebuah manifestasi penghormatan terhadap tamu agung serta simbol perekat integrasi sosial yang diwariskan oleh para leluhur.

​”Kami sangat mengapresiasi dukungan Ibu Wali Kota Kendari. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap upaya memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya di Sultra,” ujar LM Bariun seusai kegiatan audiensi.

Gagasan Visioner Pembangunan Rumah Adat Empat Pilar

Ia menambahkan, bahwa terlepas pembahasan teknis mengenai Festival Budaya KKMM, audiensi strategis ini juga melahirkan sebuah gagasan visioner sosiokultural. Pemkot Kendari mendiskusikan rencana pembangunan rumah adat yang merepresentasikan empat pilar etnis utama di Sulawesi Tenggara, yakni Tolaki, Muna, Buton, dan Moronene.

BACA JUGA : Silaturahmi Akbar KKMM Sultra Murni Kedaulatan Budaya Tanpa Muatan Politis

“​Inisiasi pembangunan pusat kebudayaan terpadu di ibu kota provinsi Sultra ini diproyeksikan menjadi episentrum pelestarian tradisi sekaligus sarana edukasi historis bagi generasi muda agar tidak kehilangan arah di tengah arus modernisasi,” ujarnya.

Mengonsolidasikan Solidaritas Lintas Daerah

Sementara itu, agenda akbar ini diprediksi akan menjadi titik temu masif bagi ribuan warga diaspora Muna yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sultra. Rangkaian acara akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni ritmik tradisional, eksibisi kuliner warisan leluhur, serta visualisasi prosesi adat yang sakral.

​Melalui dukungan konkret dari Pemerintah Kota Kendari, LM Bariun optimistis jika momentum ini akan memicu gelombang motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersatu.

“Target utamanya adalah menjadikan perhelatan ini sebagai tonggak kokoh dalam menjaga marwah adat, mempererat tali persaudaraan, dan mengawal kelestarian kearifan lokal di Bumi Anoa,” tutupnya.

Redaksi GoMUNA

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button