Olahraga

Maestro Catur Kaliber Dunia Apresiasi Percasi Muna Jadi Tuan Rumah Kejurprov Sultra 2026

Kebangkitan prestasi olahraga asah otak di Kabupaten Muna bukan sekadar isapan jempol belaka. Di bawah komando Jalaluddin Madjinuhu, ST, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Pengurus Daerah (Pengda) Muna didapuk sebagai tuan rumah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Sulawesi Tenggara 2026.

BACA JUGA : Antusiasme Tinggi Warnai Tournament PBSI Muna: 168 Atlet se-Sultra Berebut Juara

Tangan Dingin Jalaluddin Bawa Muna Jadi Tuan Rumah

Kepercayaan besar ini menjadi bukti sahih titik balik kejayaan dunia percaturan di Bumi Sowite. Kompetisi adu taktik ini dijadwalkan berlangsung di Gelanggang Olahraga (SOR) La Ode Pandu mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Penunjukan sebagai tuan rumah dalam kejuaraan catur tingkat provinsi tahun ini merupakan hasil nyata dari rekam jejak yang gemilang. Di balik perubahan tersebut, terdapat sosok yang dinilai memiliki peran besar, yakni Ketua Percasi Pengda Muna, Jalaluddin.

Sejak dipercaya memimpin organisasi, Jalaluddin yang juga memiliki gelar catur Master Nasional (MN) ini membawa semangat baru dalam membangun ekosistem pembinaan atlet catur di daerah. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga membangun motivasi, membuka ruang belajar, dan menghadirkan atmosfer kompetitif bagi para pecatur muda.

Bangun Fondasi Prestasi Lewat Turnamen Berkualitas

Momentum kebangkitan catur Muna mulai terlihat ketika Percasi Pengda Muna sukses menggelar Muna Open Chess 2025. Turnamen tersebut menjadi salah satu agenda catur terbesar di Sulawesi Tenggara karena menghadirkan tiga maestro catur kaliber dunia.

Mereka adalah Grandmaster (GM) Susanto Megaranto, Woman International Master (WIM) Chelsie Monica Ignesias Sihite, serta Woman Grandmaster (WGM) sekaligus International Master (IM) Medina Warda Aulia.

Kehadiran para maestro nasional itu tidak hanya meningkatkan kualitas pertandingan, tetapi juga memberi pengalaman berharga bagi atlet-atlet muda Muna yang dapat bertanding dan belajar langsung dari pemain papan atas Indonesia.

Kesuksesan penyelenggaraan Muna Open Chess menjadi modal penting hingga akhirnya Percasi Pengda dipercayakan sebagai tuan rumah Kejurprov 2026.

Apresiasi dari Maestro Nasional Menjadi Pengakuan Moral

Maestro Catur Kaliber Dunia Apresiasi Percasi Muna Jadi Tuan Rumah Kejurprov Catur 2026
Dua Maestro Catur Sekaliber Dunia.

Lompatan prestasi yang ditorehkan oleh organisasi catur Muna ini langsung menuai apresiasi dari para pecatur nasional yang pernah hadir di Kabupaten Muna.

Salah satunya datang dari Woman International Master (WIM) Chelsie Monica Ignesias Sihite, yang baru saja mencatat prestasi membanggakan pada tahun 2026 setelah menjadi satu-satunya dari 25 peserta yang mampu menumbangkan Grandmaster nomor satu dunia, Magnus Carlsen, dalam pertandingan eksibisi catur simultan di Hong Kong.

Apresiasi senada turut mengalir dari GM Susanto Megaranto. Pecatur andalan Tanah Air yang belum lama ini menyabet gelar juara kategori kelas terbuka pada turnamen internasional JAPFA FIDE 2026 di Jakarta tersebut, menilai Muna memiliki potensi sumber daya atlet yang menjanjikan.

Kehadiran dua nama besar tersebut sebelumnya di Muna dinilai menjadi bagian penting dalam mengangkat citra daerah sebagai salah satu pusat penyelenggaraan olahraga catur yang berkembang di Sulawesi Tenggara.

Jalaluddin Madjinuhu Dinilai Menjadi Motor Kebangkitan Catur Bumi Sowite

Bagi banyak kalangan pecinta catur di Kabupaten Muna, keberhasilan yang diraih saat ini tidak datang secara instan. Seluruh proses tersebut dibangun melalui komitmen dan konsistensi kepemimpinan Jalaluddin.

Sebagai putra daerah sekaligus alumnus 2005 SMAN 2 Raha (SMANDARA), Jalaluddin dikenal memiliki kecintaan besar terhadap olahraga catur. Kepeduliannya kemudian diwujudkan melalui berbagai program pembinaan dan penyelenggaraan turnamen yang memberi ruang berkembang bagi atlet muda.

Menurut Jalaluddin, kepercayaan menjadi tuan rumah Kejurprov Sultra merupakan amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata.

BACA JUGA : Anak Yatim Jadi Saksi Albert Institute Resmi Digagas

“Ini bukan hanya tentang menyelenggarakan sebuah kejuaraan, tetapi bagaimana Muna mampu menunjukkan bahwa kita memiliki sumber daya, semangat, dan atlet-atlet muda yang layak bersaing di level yang lebih tinggi. Kami ingin Kejurprov ini menjadi panggung lahirnya pecatur-pemecatur berprestasi dari Bumi Sowite,” ujarnya, Kamis, 23 Juli 2026.

Ia menambahkan, Percasi Pengda Muna akan berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta dari kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara.

“Kami ingin seluruh kontingen merasakan penyelenggaraan yang profesional. Lebih dari itu, kami berharap momentum ini dapat semakin menumbuhkan minat generasi muda terhadap olahraga catur,” katanya.

Kejurprov 2026 Diharapkan Melahirkan Generasi Emas Pecatur Sultra

Pelaksanaan Kejurprov Sulawesi Tenggara 2026 diproyeksikan menjadi salah satu agenda olahraga prestisius tahun ini. Selain menjadi ajang perebutan gelar juara provinsi, kompetisi tersebut juga menjadi wadah seleksi atlet menuju kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Bagi Percasi Muna, penunjukan sebagai tuan rumah membawa dampak yang lebih luas. Selain meningkatkan prestise daerah di bidang olahraga, kegiatan ini juga berpotensi menggerakkan sektor ekonomi lokal melalui kunjungan atlet, ofisial, dan masyarakat dari berbagai daerah.

Kepercayaan yang kini diraih Percasi Pengda Muna sekaligus menjadi penanda bahwa kebangkitan catur di Bumi Sowite bukan sekadar wacana. Di bawah kepemimpinan Jalaluddin Madjinuhu, organisasi tersebut berhasil membangun fondasi yang kuat, menghadirkan turnamen berkualitas, serta menumbuhkan optimisme baru bagi masa depan olahraga catur di Kabupaten Muna.

Redaksi GoMUNA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button