Budaya

Berdarah Muna: Fildan Rahayu Siap Pukau Warga di Silaturahmi Akbar KKMM Sultra

Perhelatan Silaturahmi Akbar KKMM Sultra yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026 di kawasan pelataran Eks MTQ Kota Kendari dipastikan akan berlangsung sangat semarak.

BACA JUGA : Verifikasi BPSKL Perkuat Legalitas Konservasi Mangrove PT MPS

Bintang musik dangdut nasional, Fildan Rahayu, secara khusus diagendakan hadir untuk menghibur puluhan ribu masyarakat Muna di Bumi Anoa tersebut. Kehadiran figur publik berdarah Muna ini sejatinya bukan sekadar pemenuhan rutinitas profesional di atas panggung, melainkan wujud nyata dari ikatan emosional yang teramat kuat antara seorang perantau sukses dengan kampung halamannya.

​Panitia penyelenggara memproyeksikan kegiatan kultural berskala masif ini akan menyedot animo sekitar 20 ribu peserta dari berbagai wilayah di Sultra. Selain menjadi panggung perjumpaan lintas generasi, momentum strategis ini dirancang secara komprehensif sebagai sarana untuk memperkokoh solidaritas kekeluargaan antarwarga daerah.

Peran Sentral Fildan dalam Giat Festival Budaya KKMM

Panitia Pelaksana, Andi Sapri, menegaskan bahwa kesediaan Fildan untuk tampil merupakan dukungan moral yang esensial bagi kesuksesan Festival Budaya tersebut. Keputusan sang vokalis didasari oleh ketulusan hati sebagai diaspora yang senantiasa merawat akar genealogisnya di bumi Sulawesi Tenggara.

​”Partisipasi Fildan menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus oase hiburan bagi puluhan ribu peserta yang akan memadati lokasi. Kami memandang keterlibatan beliau dalam agenda akbar ini sebagai katalisator krusial untuk merajut kembali tali persaudaraan masyarakat Muna secara paripurna,” jelas Andi Sapri saat memberikan keterangan resmi kepada awak media di Kendari, Selasa (7/7/2026).

Menepis berbagai spekulasi publik yang berpotensi muncul, panitia menjamin bahwa kedatangan musisi jebolan ajang pencarian bakat nasional tersebut murni digerakkan oleh panggilan jiwa kemanusiaan. Andi Sapri memastikan keterlibatan Fildan terbebas dari intervensi maupun muatan kepentingan pragmatis kelompok tertentu.

​”Fildan merupakan entitas yang tak terpisahkan dari denyut nadi masyarakat Sultra, terkhusus bagi keluarga besar Muna. Kehadirannya secara sukarela merupakan wujud nyata dukungan serta rasa cintanya yang mendalam terhadap entitas masyarakat di tanah leluhur,” paparnya menguraikan perspektif kepanitiaan.

Upaya Menjaga Eksistensi Nilai Leluhur Melalui Figur Inspiratif

Sikap membumi yang ditunjukkan oleh vokalis bertalenta tinggi tersebut diharapkan mampu memberikan energi positif, terutama bagi kaum milenial. Terdapat pesan tersirat yang ingin disampaikan oleh penyelenggara: eskalasi karier di kancah nasional harus berjalan linier dengan tingkat kepedulian terhadap eksistensi kampung halaman. Keberhasilan di industri hiburan ibu kota tidak lantas mengikis kecintaan terhadap nilai-nilai kearifan lokal.

BACA JUGA : Silaturahmi Akbar KKMM Sultra Katalisator Rajut Kohesi Sosial Diaspora

​Lebih lanjut, Andi Sapri meyakini bahwa daya tarik figur publik memiliki implikasi strategis dalam menyukseskan agenda sosiokultural daerah. Sokongan moral dari tokoh populer dinilai sangat efektif untuk memperluas jangkauan atensi masyarakat terhadap urgensi pelestarian tradisi, serta harmonisasi kebersamaan antarwarga.

Kolaborasi Lintas Sektoral Menuju Harmonisasi Daerah

Sementara itu, kata Andi Sapri, bahwa dalam rangka menyukseskan perjumpaan massal tersebut, pihak panitia telah melayangkan undangan resmi kepada seluruh jajaran pimpinan daerah. Kehadiran para bupati se-Sulawesi Tenggara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga deretan ketua paguyuban etnis lintas suku diharapkan turut menjadi saksi kemegahan acara.

“Sinergi lintas sektoral ini diorientasikan untuk menciptakan iklim toleransi yang semakin kondusif di wilayah jazirah Sultra,” tandasnya.

​Sejalan dengan hal tersebut, seluruh elemen kepanitiaan terus mengoptimalkan persiapan akhir guna memastikan kenyamanan ribuan massa yang akan memadati jantung Kota Kendari. Perpaduan harmonis antara eksibisi seni tradisional dan sajian hiburan populis ini diproyeksikan menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya merawat warisan peradaban secara elegan dan bermartabat.

Redaksi GoMUNA

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button