Muna

Sukses! Petani Jagung di Kabawo Raup Pendapatan Setengah Miliar

Memasuki kuartal kedua tahun 2026, angin segar kesejahteraan berhembus makin kencang di sektor agraris Bumi Sowite. Terobosan strategis Bupati Muna, Drs. H. Bachrun, bersama Wakil Bupati, La Ode Asrafil, dalam budidaya jagung dengan memanfaatkan hamparan lahan tidur, kini tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan telah bertransformasi menjadi mesin penggerak ekonomi yang masif.


Baca Juga : Langkah Nyata Lestarikan Situs Peradaban Purba Gua Liangkabori

Program PAT Jagung Angkat Derajat Ekonomi Petani

Melalui Program Perluasan Area Tanam (PAT), budidaya komoditas palawija sukses menjadi “tambang emas” baru. Program unggulan dari duet kepemimpinan Bachrun-Asrafil ini secara perlahan namun terukur terus menunjukkan tren positif, memompa likuiditas finansial yang fantastis langsung ke kantong-kantong masyarakat petani.

Fakta keberhasilan budidaya jagung ini tervalidasi melalui data serapan pasar yang disampaikan oleh pihak Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG) Cabang Raha. Sebagai pilar utama penjamin pasaran, Bulog mencatat sirkulasi uang yang fantastis. Hanya dalam rentang waktu kurang dari dua bulan, atau sejak medio Februari hingga awal April 2026 masyarakat petani di wilayah Kecamatan Kabawo telah meraup pendapatan lebih dari setengah miliar rupiah.

Pernyataan tersebut sesuai hasil timbangan jagung milik para petani yang mencatatkan angka produksi pascapanen mereka menembus lebih 100 ton. Hal itu, disampaikan oleh representasi Kepala Bulog Raha pada momentum panen raya jagung bersama Bupati Muna, H. Bachrun dan rombongan di hamparan lahan seluas 4,5 hektare yang berlokasi di perbatasan Desa Bente dan Desa Rangka, pada Sabtu, 4 April 2026.

“Berdasarkan rekapitulasi data per 2 April, dana segar yang terserap ke petani di muna kisaran Rp500 juta lebih. Eskalasi ini diproyeksikan terus bertambah. Hari ini saja, kami masih akan melakukan proses quality control untuk menyerap hasil panen warga di kawasan Parigi, Lapodidi, dan Bahutara sebelum penimbangan,” ungkap Korlap quality control Bulog Raha.

Konsep Hulu-Hilir: Kunci Lompatan Produktivitas

Sukses! Petani Jagung di Kabawo Raup Pendapatan Setengah Miliar (1)
Bupati Muna, Drs. H. Bachrun, dan Wakil Bupati Muna, La Ode Asrafil yang didampingi istri masing-masing saat membersamai panen raya jagung program PAT di Desa Bente.

Lonjakan eksponensial dalam sektor pertanian Muna ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari rekayasa sistem pertanian yang presisi. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Muna, La Ode Anwar Agigi, membedah anatomi kesuksesan tersebut melalui pendekatan manajerial yang komprehensif dan terintegrasi.

Menurut Anwar, kunci utama keberhasilan program perluasan area tanam ini terletak pada penerapan konsep dengan integrasi yang solid dari hulu ke hilir. Di mana terdapat tiga instrumen utama yang dikolaborasikan yakni presisi budidaya di fase awal, standardisasi penanganan pascapanen, dan kepastian serapan pemasaran di tahap akhir.


Baca Juga : Momentum Halal Bihalal Keluarga Empang Perkuat Program JATI

Ia menambahkan, melalui program PAT hasilnya signifikan dua kali lipat dari produktivitas lahan yang sebelumnya stagnan di angka empat sampai enam ton, kini lompatan produktivitas menyentuh sembilan ton pipilan basah per hektare. “Ini sudah kita buktikan pada siklus panen sebelumnya di Desa Komba-komba,” urai Anwar Agigi.

Visi Ketahanan Pangan dan Sentuhan Spiritualitas

Merespons gelombang panen raya yang masif ini, Bupati Muna secara proaktif terus membakar semangat masyarakat untuk menjadikan jagung sebagai fondasi ketahanan pangan sekaligus instrumen kemandirian ekonomi. H. Bachrun, yang memiliki kedekatan historis dengan dunia agraris sejak belia, meyakini bahwa langkah ini adalah solusi paling rasional di tengah tuntutan efisiensi anggaran.

“Kemandirian finansial kita berakar kuat pada tanah yang kita pijak. Saya memiliki keyakinan mutlak bahwa budidaya jagung adalah jawaban konkret untuk melipatgandakan taraf hidup masyarakat,” terangnya.

Menutup arahannya, pucuk pimpinan daerah ini menyuntikkan nilai-nilai spiritualitas dalam tata kelola ekonomi kerakyatan. H. Bachrun memberikan imbauan moral agar keberhasilan panen ini senantiasa dibarengi dengan kesadaran sosial.

“Dari setiap bulir keringat yang menjadi rezeki, terdapat hak orang lain yang dititipkan Tuhan di dalamnya. Sisihkanlah 2,5 persen untuk ditunaikan sebagai zakat. Zakat adalah kunci penarik keberkahan dari langit, agar tanah Wuna senantiasa dijaga, disuburkan yang menghidupi anak cucu kita kelak,” tutupnya.

Redaksi GoMuna

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button