La Ode Darwin Tunjukan Semangat Kawunaha Di Tengah Lautan Manusia

Kawasan monumen Tugu ReligiTugu Religi (Eks MTQ) Kota Kendari seketika bertransformasi menjadi lautan manusia pada Minggu (19/7/2026). Momentum ini menandai puncak perhelatan Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara, yang sukses menyedot animo 10 ribu warga dari berbagai penjuru daerah.
BACA JUGA : Suasana Pagi Eks MTQ Kendari Jadi Saksi Berkumpulnya Lautan Manusia di Silaturahmi Akbar KKMM Sultra
Aksi Kepedulian La Ode Darwin di Tengah Pusaran Silaturahmi Akbar KKMM Sultra
Tidak sekadar menjadi ajang perkumpulan seremonial, hajatan akbar ini membuktikan soliditas luar biasa masyarakat Muna dalam merajut simpul persaudaraan di bumi Anoa. Menariknya, di tengah pusaran massa yang begitu padat, sosok La Ode Darwin selaku Ketua KKMM, justru tidak berlindung di balik kenyamanan panggung utama.
Sebagai inisiator acara, Darwin memperlihatkan dedikasi kepemimpinan. Alih-alih duduk manis menikmati hidangan di tenda VIP bersama deretan pejabat tinggi, ia justru memilih turun langsung ke lapangan.
Di bawah terik matahari yang menyengat Bupati Muna Barat ini, tampak sibuk berbaur dan proaktif mengatur barisan warga yang terus berdatangan. Langkah ini diambil murni demi memastikan kenyamanan puluhan ribu massa yang tengah didera kerinduan mendalam terhadap tanah kelahirannya.
Kehadiran pemimpin yang berpeluh bersama warga ini mencerminkan esensi kepedulian yang nyata. Darwin bertindak sebagai katalisator yang menyatukan harmoni, memastikan setiap warga yang hadir merasa dihargai dan terlayani dengan sangat optimal.
”Kehadiran bapak dan ibu sekalian di tempat ini adalah bentuk dari kecintaan kita terhadap tanah kelahiran. Dan sudah menjadi kewajiban saya untuk turun langsung memastikan seluruh warga yang hadir merasa nyaman, dan menyatu dalam kehangatan persaudaraan,” ujar La Ode Darwin
Sepuluh Ribu Masyarakat Muna Menyambut Kehadiran Deretan Tokoh Regional
Kemeriahan agenda kultural ini bertambah semarak ketika Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, muncul di pelataran utama Eks MTQ. Kedatangan ASR disambut dan jabat tangan hangat dari ribuan warga yang bahkan dilaporkan telah menyemut di lokasi sejak pagi hari.
Selain ASR, panggung kehormatan juga dipadati oleh jajaran elite politik dan kepala daerah. Tampak yang berderet mengisi saf depan, di antaranya Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Bupati Muna, H. Bachrun, Bupati Konawe Selatan Surunuddin Dangga, hingga Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala.
BACA JUGA : Berdarah Muna: Fildan Rahayu Siap Pukau Warga di Silaturahmi Akbar KKMM Sultra
Tidak hanya didominasi tokoh-tokoh birokrasi, sederet figur intelektual dan tokoh masyarakat Muna turut hadir pada acara ini. Diantaranya, mantan Rektor Universitas Halu Oleo, Prof. Mahmud Hamundu, serta La Ode Ahmad Pidana Bolombo tampak duduk berdampingan bersama para akademisi, anggota legislatif, dan tokoh adat setempat.
Manifestasi Identitas Budaya Melalui Tradisi Makan Dulang
Atmosfer festival budaya tersebut terasa begitu kental mendominasi sepanjang jalannya acara. Ribuan warga yang membawa serta anggota keluarga mereka tampil kompak memvisualisasikan kebanggaan identitas kedaerahan dengan mengenakan pakaian adat serta busana bernuansa etnik khas Muna.
Pemandangan ini mengilhami sebuah kesadaran bahwa akar tradisi leluhur tidak akan pernah tergerus oleh derasnya arus modernisasi zaman.
Sebagai puncak kebanggaan budaya, tradisi kuliner lokal berhasil menyita atensi seluruh peserta. Panitia menyuguhkan ribuan dulang yang berisi aneka menu tradisional warisan masa lampau. Formasi dulang yang tersusun rapi dan megah ini bukan sekadar instrumen untuk memanjakan lidah.
Lebih jauh, prosesi makan bersama ini merupakan simbol penghormatan tertinggi kepada para tamu, sekaligus wujud nyata dari kearifan lokal yang mengedepankan asas berbagi antarsesama.
”Tema yang kita angkat hari ini merupakan refleksi dari komitmen kami. Kami harus terus menjaga benteng budaya agar mampu berkontribusi secara nyata dan berkesinambungan dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.
Redaksi GoMUNA




